Plagiarism

Plagiarisme adalah suatu tindakan seseorang mengklaim hasil karya orang lain sebagai hasil karya dirinya sendiri tanpa ada proses pemberitahuan penggunaan karya kepada yang memiliki karya tersebut. Hal ini tentunya bukan merupakan tata pola berprilaku yang beretika terutama dalam dunia akademis. Bentuk plagiarisme atau penjiplakan atas hasil karya orang lain dapat berupa klaim atas gagasan, ide, karya maupun paten. Penting bagi perpustakaan sebagai institusi yang memiliki tugas men-disemenasikan hasil karya orang lain untuk menjamin bahwa karya yang disebarluaskan bukan merupakan hasil karya plagiarisme. Hal ini juga menjadi tanggung jawab perpustakaan  untuk dapat mencegah tindakan plagiarisme terjadi. Selain itu, hal ini dimaksudkan untuk menghargai sebuah ide, gagasan orisinalitas sang kreator tersebut. Selain itu penting pula untuk melakukan pendidikan terhadap pengguna perpustakaan mengenai tindak plagiarisme. Maka dari itu berikut kami jabarkan secara umum mengenai bentuk plagiarisme dan cara pencegahannya.

 

Bentuk Plagiarisme

Ada dua jenis plagiarisme. 1) Plagiarisme online 2) auto plagiarisme. Plagiarisme online merujuk pada tindakan seseorang yang melakukan klaim karya online seseorang menjadi karya dirinya sendiri. Seringkali plagiarisme online dilakukan plagiator yang sedang melakukan penelusuran online melalui internet. Penyebab seringkali terjadinya plagiarisme ini adalah mudahnya akses informasi digital yang tidak terbatas di internet yang kemudian tidak diimbangi kesadaran dalam melakukan penulisan akademis yang baik oleh penelusur. Bentuk plagiarisme kedua adalah, auto-Plagiarisme yang merujuk pada tindakan seseorang yang yang mengklaim pernyataan akademis seseorang dari berbagai karya tulis dengan tidak mengutip dari mana asal gagasan atau pernyataan akademis tersebut berasal. Namun seluruh bentuk plagiarisme dapat dikatakan bentuk pencurian, meminjam, pelanggaran, pembajakan, & pemalsuan.

 

Cara Pencegahan Plagiarisme

Sumber penyebab utama plagiarisme adalah minimnya wawasan pola pengutipan yang baik pada proses penulisan sehingga banyak dari plagiator mengabaikan sumber tulisan, teori atau gagasan itu berasal. Untuk mencegah tindakan plagiarisme, seseorang diperkenankan untuk mengutip sebuah gagasan atau teori yang disampaikan orang lain. Kutipan sendiri merujuk pada aktifitas penulisan seseorang untuk menyertakan darimana sumber teori atau gagasan itu berasal dalam proses penulisan yang sedang dilakukan seseorang. Ada beberapa jenis bentuk kutipan yang umum digunakan yaitu Harvard citation style, Chicago style, The Modern Language style, & APA style. Kedua adalah teknik Parafrase yang merupakan teknik penulisan yang menggunakan gagasan orang lain dengan mengungkapkannya dengan kata sendiri. Meski begitu, teknik ini tidak pula mengubah gagasan asli dari penulis awal.

 

Buku Penunjang Mengenai Plagiarisme di Perpustakaan UMN

1. Putra, S. M. R. 2011. Kiat menghindari plagiat. Jakarta Indeks

2. Soelistiyo, Henry. 2011. Plagiarisme : Pelanggaran hak cipta dan etika. Yogyakarta : Kanisius

3. Wong, Ken. 2011. Avoiding plagiarism. Bloomington : iUniverse