Dokumentasi: Kamidia Radisti saat memaparkan materi How We Communicate dalam kuliah tamu Public Speaking 101
TANGERANG – Perpustakaan Universitas Multimedia Nusantara (UMN Library) kembali menghadirkan program kuliah tamu yang inspiratif. Kali ini, UMN Library berkolaborasi dengan Penerbit Buku Kompas menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Public Speaking 101: “From Fear to Clarity” pada Senin, 27 April 2026, di Lecture Theatre, Gedung D, UMN. Kegiatan ini ditujukan bagi civitas akademika UMN, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi.
Kuliah tamu ini menghadirkan Kamidia Radisti, presenter berpengalaman sekaligus peraih gelar Miss Indonesia 2007, sebagai narasumber utama. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif nyata mengenai dunia public speaking, tidak hanya sebagai keterampilan teknis, melainkan juga sebagai seni berkomunikasi yang berdampak.
Dalam pemaparan materinya, Kamidia menegaskan bahwa rasa takut dalam berbicara di depan publik kerap kali muncul akibat ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri. Padahal, menurutnya, audiens sesungguhnya hanya membutuhkan koneksi yang tulus dari seorang pembicara.
“Public speaking bukan sekadar bicara di depan banyak orang. Kita perlu memahami pesan apa yang ingin disampaikan. Diperlukan emosi dan perasaan yang terlibat saat berbicara di depan publik, sehingga tingkat pengendalian emosi menjadi sangat penting,” ujar Kamidia.
Kamidia juga menyoroti fenomena umum di mana pembicara cenderung menyalahkan audiens ketika pesan yang disampaikan tidak tersampaikan dengan baik. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut justru bisa disebabkan oleh pembicara yang kurang percaya diri, atau pesan yang disampaikan terasa soulless akibat intonasi dan pembawaan yang kurang tepat.
Salah satu poin menarik yang disampaikan Kamidia adalah pentingnya komunikasi nonverbal dalam public speaking. Ia memaparkan bahwa keberhasilan penyampaian pesan hanya 10% berasal dari kata-kata, 20% dari kualitas suara, dan 70% sisanya ditentukan oleh bahasa tubuh. Tatapan mata, pergerakan tubuh, hingga penguasaan ruang gerak menjadi faktor penentu keberhasilan seorang pembicara.
Kamidia turut memperkenalkan strategi praktis bernama flow of mind dengan pendekatan What – So – Now. Langkah pertama adalah menentukan topik yang ingin dibahas, kemudian mengeksplorasi berbagai hal yang berkaitan dengan topik tersebut, dan terakhir merumuskan pesan utama yang ingin disampaikan kepada audiens. Pendekatan ini dirancang untuk membantu pembicara menyusun alur pikir secara terstruktur tanpa harus menghafal kata per kata.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan limitasi waktu dalam public speaking. Dalam durasi yang terbatas, pembicara perlu memastikan pembukaan yang kuat, isi konten yang padat dan relevan, serta penutup yang mengandung call to action yang jelas bagi audiens.
Dokumentasi: Sesi tanya jawab bersama Kamidia Radisti yang dipandu moderator dalam kuliah tamu Public Speaking 101
Di penghujung sesi, Kamidia menekankan bahwa memahami karakteristik audiens merupakan elemen krusial agar pesan yang disampaikan benar-benar mengena dan memberikan dampak nyata.
“Bagi saya, seni public speaking adalah komunikasi yang berdampak, bukan sekadar menyampaikan narasi,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, UMN Library dan Penerbit Buku Kompas berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna menghadirkan lebih banyak wawasan bermanfaat bagi mahasiswa. Bagi yang ingin memperdalam kemampuan public speaking maupun komunikasi, UMN Library membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan koleksi buku yang tersedia.
2021 © Universitas Multimedia Nusantara Library. All Rights Reserved.
Universitas Multimedia Nusantara
Jl. Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia
(T)+62 21 5422 0808; (F)+62 21 5422 0800
[email protected]