Pernahkah kamu membeli minuman dalam botol plastik, menghabiskannya hanya dalam beberapa menit, lalu langsung membuang botolnya?
Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan dampak besar bagi lingkungan. Di balik kepraktisannya, botol plastik menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar yang sulit terurai dan terus mengancam bumi setiap harinya. Ironisnya, banyak orang masih menganggap botol plastik sebagai sampah biasa. Padahal, satu botol plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Bayangkan, benda yang digunakan hanya beberapa menit justru meninggalkan jejak pencemaran hingga lintas generasi.
Setiap hari, jutaan botol plastik dibuang begitu saja setelah digunakan. Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir, sungai, hingga lautan. Akibatnya, pencemaran lingkungan semakin meningkat dan berbagai ekosistem mulai terancam. Dampaknya tidak hanya terlihat di daratan, tetapi juga di lautan. Banyak hewan laut seperti penyu, kepiting, hingga ikan paus tanpa sengaja memakan potongan plastik yang mereka kira makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bahkan kematian pada satwa laut, sekaligus merusak keseimbangan ekosistem. Bahaya botol plastik juga tidak berhenti sampai di situ. Seiring waktu, plastik akan hancur menjadi partikel kecil bernama mikroplastik. Mikroplastik ini dapat mencemari air dan makanan yang dikonsumsi manusia setiap hari. Jika terus dibiarkan, masalah ini bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keberlangsungan lingkungan di masa depan.
UMN Green Library mengajak seluruh sivitas akademika untuk mulai mengambil langkah sederhana namun berdampak besar yaitu dengan cara mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dengan membawa tumbler pribadi. Kebiasaan kecil ini dapat membantu mengurangi limbah plastik sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap SDG 12: Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, UMN Library terus mendorong terciptanya pola hidup yang lebih berkelanjutan. Menggunakan tumbler pribadi bukan hanya tren, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap bumi dan generasi mendatang.
Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jadi, mulai hari ini: “Bawa Tumblermu, Selamatkan Bumi Bersama UMN Library!”
Referensi
Teams, I. (n.d.). Berapa lama sampah plastik bisa terurai? https://indonesiabaik.id/infografis/berapa-lama-sampah-plastik-bisa-terurai
Mahardika, N. N., & Mahardika, N. N. (2024, November 8). 7 Dampak Sampah Plastik di Laut bagi Habitat dan Manusia. Apa Saja? Yayasan IAR Indonesia. https://yiari.or.id/7-dampak-sampah-plastik-di-laut/
MENGENAL MIKROPLASTIK, SI KECIL NAN BERBAHAYA | Global Environmental Conservation Organization - WWF Indonesia. (n.d.). https://www.wwf.id/id/blog/mengenal-mikroplastik-si-kecil-nan-berbahaya
Goal 12: Responsible consumption and production - The Global Goals. (2024, January 23). The Global Goals. https://globalgoals.org/goals/12-responsible-consumption-and-production/
2021 © Universitas Multimedia Nusantara Library. All Rights Reserved.
Universitas Multimedia Nusantara
Jl. Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia
(T)+62 21 5422 0808; (F)+62 21 5422 0800
[email protected]