Awas Kebakaran Cuma Karena Malas Cabut Charger!



Posted on : May-18-2026
Category  : UMN Green Library Campaign

Di era serba digital seperti sekarang, charger sudah menjadi benda yang hampir tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari di rumah, kampus, hingga tempat kerja, banyak orang terbiasa membiarkan charger tetap tercolok di stop kontak demi alasan kepraktisan. Padahal, kebiasaan yang terlihat sederhana ini ternyata dapat membawa berbagai dampak yang sering kali tidak disadari, mulai dari pemborosan energi listrik, mempercepat kerusakan perangkat, hingga meningkatkan risiko bahaya korsleting. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan kecil ini bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak pada lingkungan.

Lalu, apa saja sebenarnya dampak dari membiarkan charger terus tercolok di stop kontak?

Charger yang dibiarkan menempel di stop kontak sekilas memang terlihat sepele, tapi tetap saja mengalirkan listrik meskipun tidak sedang digunakan untuk mengisi daya. Dalam jangka panjang, hal ini bukan hanya berpengaruh pada penggunaan energi,tetapi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan perangkat hingga potensi bahaya listrik.

 

Berikut beberapa dampak charger yang dibiarkan tercolok terus di stop kontak

1. Membuat Listrik Terbuang Percuma.

Meskipun tidak sedang digunakan, charger yang masih terhubung ke stop kontak tetap dapat mengkonsumsi daya listrik dalam jumlah kecil. ya memang kalau satu charger tidak berasa, tapi jika dilakukan setiap hari dan oleh banyak orang, energi yang terbuang akan menjadi lebih besar.  

2. Charger Lebih Cepat Panas dan Beresiko Rusak. 

Charger yang terus menerus terhubung ke aliran listrik dapat membuat komponennya bekerja lebih lama. Hal ini membuat charger menjadi lebih cepat panas, menurunkan kualitasnya, dan memperpendek usia pakai. Jika charger sudah mulai terasa terlalu panas, mengeluarkan bunyi aneh, berubah bentuk, atau kabelnya rusak, sebaiknya segera hentikan penggunaan.

3. Meningkatkan Resiko Korsleting 

Membiarkan charger tercolok terus juga dapat meningkatkan risiko gangguan listrik, terutama jika charger yang digunakan tidak original, kualitasnya rendah, atau stop kontak berada di area yang lembab. kondisi seperti ini bisa memicu korsleting dan membahayakan keamanan ruangan. karena itu, mencabut charger setelah digunakan bukan hanya soal hemat listrik, tetapi juga soal keselamatann. 

4. Membuat Stop Kontak Lebih Cepat Aus 

Stop kontak yang terus digunakan tanpa jeda juga dapat mengalami penurunan kualitas apalagi jika charger sering dibiarkan menggantung atau tertarik oleh kabel. Lama kelamaan, lubang stop kontak bisa menjadi longgar dan koneksi listrik menjadi kurang stabil. Stop kontak yang longgar dapat menimbulkan percikan kecil atau panas berlebih sehingga perlu lebih diperhatikan. 

5. Tidak Ramah Lingkungan

Energi listrik yang terbuang dari kebiasaan kecil ini mungkin tidak terlihat besar, tetapi tetap berdampak jika dilakukan secara terus-menerus. semakin banyak energi yang digunakan tanpa kebutuhan, semakin besar pula beban konsumsi listrik. Dengan mencabut charger saat tidak digunakan, kita ikut membangun kebiasaan hemat energi yang lebih ramah lingkungan.

UMN Library sebagai ruang belajar bersama juga menjadi tempat untuk membangun kebiasaan kecil yang berdampak positif, salah satunya dengan tidak membiarkan charger tercolok terus di stop kontak setelah selesai digunakan. kebiasaan sederhana ini tidak hanya membantu menjaga keamanan area perpustakaan, tetapi juga mendukung penggunaan energi yang lebih bijak.

Langkah



Share this article

2021 © Universitas Multimedia Nusantara Library. All Rights Reserved.

Universitas Multimedia Nusantara
Jl. Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia
(T)+62 21 5422 0808; (F)+62 21 5422 0800
[email protected]

Connect with us on: